Ibu Kita Sendiri, Kreatif dan Mandiri

Catatan dua belas Perempuan Randu Pameran Lukis

Oleh Jajang R Kawentar, Penulis dan Perupa

Dua belas ibu tangguh seniman Perempuan Indonesia memperingati perjuangan kesetaraan gender dan Pendidikan untuk Perempuan, dalam rangka menyambut hari R. A. Kartini Pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan Keputusan presiden no. 108 tahun 1964 hari lahirnya 21 April 1879. Selain pejuang emansipasi nasional, Kartini sangat pandai melukis, kepandaian ini jarang diketahui umum.

Dengan moment Hari Kartini, sebelas ibu Tangguh ini menggelar pameran karya seni rupa di Hotel Aveta, Jl. Malioboro No.42, Suryatmajan, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55213.

Pameran yang mengusung tema ‘Semangat Kartini dalam Warna’ berlangsung 18 April -18 Mei 2026. Para pesertanya diantaranya, Budiasih, Fanti Sulistyaningsih, Iin Risdawati, Juni A. Wulandari, Laksmi Sitaresmi, Lelyana Kurniawati, Mayjean Vita, Meilina Mira Sari, Ratih Alsaira, Ratih Artika Dewiyanti, Suciati Umanah, dan Tini Jameen.

Dua belas seniman berkeluarga ini disatukan dalam Kelompok Randu. Sesuai namanya Randu yang memberikan kelembutan, melindungi, dan menghangatkan.

Semua itu menunjukkan peran keibuan serta kasih sayang Perempuan. Kelompok Randu menunjukkan bahwa peran domestic sebagai Ibu rumah tangga tidak menghalangi Perempuan untuk tetap berkarya dan berkarir secara professional di dunia seni rupa. Semuanya eksis mengikuti pameran-pameran.

Karyanya beragam media, teknik dan gaya seperti drawing, eksplorasi tekstur, mixed media, dengan gaya Abstrak, figurative, ilustratif dan surealis. Dengan tema-tema keseharian seputaran isu gender, isu social, masalah keluarga, keindahan alam, dan eksplorasi imajinasi harapan.

Keindahan Khas Perempuan

Visual karya yang ditampilkan didominasi pengalaman batin dan pemikirannya sehingga memiliki pendalaman narasi pribadi yang kuat, karakter yang unik spesifik serta kecenderungan emosi yang tajam dari gagasan keindahan khas berdasarkan prespektif Perempuan.

Secara umum dari Dua belas Perempuan pelukis kelompok Randu ini dapat diklasifikasi Lelyana Kurniawati, Suciati Umanah, bergaya surealis bercerita tentang pergulatan diri sendiri mengambarkan ekspresi Perempuan yang melambangkan kebebasan atau perjalanan transformasi.

Budiasih, Juni A. Wulandari, Mayjean Vita, Tini Jameen bergaya figurative naif naratif, respons dari pengalaman spiritual, imajinasi simbolik kaya warna lembut menawarkan kesejukan dengan goresan kuas artistic bertekstur dan keberanian menambahkan media lain.

Iin Risdawati, Laksmi Sitaresmi, Meilina Mira Sari, Ratih Alsaira, Ratih Artika Dewiyanti bergaya ilustratif simbolis membahas tentang isu gender, social dan mitos. Sementara Fanti Sulistyaningsih, bergaya abstrak menempatkan keserasian garis, warna dan rasa yang spontan, seperti kelayakan etis dan estetis.

Pada akhirnya setelah dicermati, berkarya seni ini sebagai jembatan dalam menyampaikan gagasan sekaligus berkeluh kesah, menurunkan tensi ketegangan menghadapi berbagai persoalan sehingga tersalurkan dan yang tertinggal Adalah ketenangan serta kebahagian.

Ekspresi yang termediasi menjadi alat Stabiliger atau normalisasi energi dari negative menjadi positive atau seimbang. Sehingga dalam menghadapi berbagai masalah menjadi lebih ringan terkendali. Keluarga aman, nyaman dan damai.

Ibu Kita Sendiri

Apakah selama ini kita tidak benar-benar merasakan bila kesadaran kolektif diarahkan untuk mengagumi ketokohan seseorang yang dinarasikan dunia literasi karena kepentingan politik sebuah kelompok atau negara.

Narasinya seperti mengajarkan kita bagaimana mengikis atau menghilangkan ketokohan seseorang yang justru berperan penting mulai dari melahirkan, berjuang menghidupi, membesarkan, dan mendidik hingga seperti saat ini.

Dialah Ibu kita sendiri, bukan Ibu kita yang lain. Dialah Ibu kita sendiri yang paling mencintai kita, bukan Perempuan paling pintar yang tidak mengenalmu dan tidak berkontribusi apapun pada hidupmu. Dialah Ibu kita sendiri yang menanamkan benih dasar ahlak, karakter, kecerdasan, dan pengetahuan sejak dalam kandungan.

Perempuan memiliki peran krusial dalam kehidupan sosial dan budaya. Menjadi Perempuan lebih berat tanggungjawabnya dari pemimpin Perusahaan, dan puncak kariernya menjadi Ibu.

Seorang ibu tidak hanya sibuk mengurusi keluarga; membesarkan anak, mendidiknya memperkenalkan kepada alam sekitar, mempersiapkan kebutuhan domestiknya supaya anaknya kelak keturunan selanjutnya berkehidupan lebih baik. Selain itu ibu melayani pasangannya, ia juga membangun komunikasi sosial dan menjalankan ritual spiritualnya.

Berkarya Bukan Sekedar Mengisi Waktu

Sebagai bagian menjalankan ritual dan spiritualnya, membuat karya seni. Jadi berkarya bukan sekedar mengisi waktu atau hobby, namun sebuah upaya menjaga kelangsungan hidup berkelanjutan.

Meskipun kemudian dalam perkembangannya saat ini berkarya seni tidak hanya untuk kebutuhan ritual spiritual, tapi justru untuk kebutuhan artistic dan ekonomi.

Apalagi berkarya seni sudah menjadi pilihan profesi. Pilihan profesi seni ini bisa jadi dilatarbelakangi ketertarikannya pada dunia seni, karena pengaruh lingkungan terdekat sejak dilahirkannya.

Perempuan berkarya seni itu merupakan kreatifitas dalam melanggengkan eksistensi peran Ibu, sebagai bentuk pengabdian dan penghormatan, baik dari ibu yang mengandung dan melahirkannya, begitupun sebagai ibu dari anak yang dilahirkannya.

BACA ARTIKEL TERKAIT :

Jajang R Kawentar: Dari Palembang ke Yogyakarta, Menjaga Persimpangan Itu Tetap Hidup

 

Ibulah yang mewariskan kratifitasnya dari generasi ke generasi berikutnya. Ini naluriah seorang ibu serta fitrahnya Perempuan mewariskan bagaimana melindungi, mengayomi dan mendidik mencerdaskan keturunannya agar lebih baik, salahsatunya dengan media seni.

Menurut Sejarah, sejak jaman purba peran Perempuan tidak hanya tinggal di rumah, tapi ikut bekerja berburu, membuat dan mempersiapkan keperluan domestiknya sehari-hari.

Peran Perempuan juga menjadi patal dan vital dalam menjaga kualitas setiap perkembangan generasi berikutnya.

Disamping itu disegala kondisi Perempuan dituntut mampu menstabilkan situasi apapun, sehingga dapat melahirkan generasi yang berkarakter dapat diandalkan mengangkat nama baik keluarga dan bangsanya.

Peranan Penting Perempuan dan Kreatifitas

Berkarya seni ini upaya menjadi sarana mengolah emosi, mengkonfersi nilai-nilai keindahan, keagungan, mentransformasikan pengalaman batin menjadi pesan dan aktualisasi diri selama menghadapi berbagai masalah hidup kesehariannya. Menggali ide atau gagasan penyelesaian permasalahan kehidupan.

Berkarya seni bukan sekedar profesi tapi ikut menentukan arah kehidupan lebih kreatif dan dinamis. Sehingga menjadi ruang ekspresi menyuarakan rasa Syukur serta persoalan pibadi dan lingkungan yang melingkupinnya.

Dengan demikian aktivitas kreatif berfungsi penyeimbang masalah batin dan membangkitkan semangat hidup. Apalagi dari hasil karyanya tidak hanya memenuhi kebutuhan batin tapi dapat membantu mencukupi ekonomi keluarga.

Perempuan berkarya disaat waktu luang, usai kelar urusan domestic. Namun kecakapan Perempuan bisa melakukan beberapa pekerjaan dalam satu moment.

Sambil mengasuh anak, masak, menjawab telpon dan melukis, ia dapat membagi fokus dan waktu. Kemudian hasil karyanya dipasarkan sendiri melalui media sosial, sehingga menjangkau peminat lebih luas. Tanpa harus sering mengikuti ajang pameran atau memajang karyanya di ruang pamer.

Saat ini tidak ada alasan siapapun untuk mengatakan tidak bisa melukis. Banyak pilihan alasan untuk memulai melukis, karena melukis tidak hanya sebagai media Pendidikan seni rupa, namun melukis sebagai kesenangan atau media terapi Kesehatan mental.

Pada dasarnya melukis melatih berbahasa visual. Cara mengungkapkan segala sesuatu yang terpendam dalam alam rasa dan alam piker yang sulit terungkapkan melalui tulisan serta kata-kata verbal. Untuk itu mulailah melukis, siapa tahu setelah melukis kecerdasannya semakin meningkat, dan permasalahan sulit selama ini bisa terpecahkan. *)

Kulonprogo, Yogyakarta, April 2026

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *