Yogyakarta | KabarSriwijaya.NET – Pembukaan pameran kelompok Patsijiwanta menampilkan 19 karya lukis dari enam pelukis diantaranya Astuti Kusumo, Dwipo Hadi, Febritayustiani, Indira Bunyamin, Retno Aris, dan Yulita, dikuratori Dwipo Hadi, penulis Retno Aris dan Ruth, dengan tema The Language Of Colour di Omah Budoyo jalan Karangkajen MGIII/793 dibuka Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, S.E., M.M. Jum’at (12/12) pukul 18.00 wib. Dihadiri ratusan seniman dan tamu undangan.

Dalam sambutannya Wawan Harmawan, S.E., M.M. mengatakan sebagai wakil walikota mendukung penuh setiap kegiatan kesenian yang ada di daerah kota Yogyakarta baik senirupa dan pertunjukan.
“Dengan adanya kegiatan seniman berpameran, kesenian di Yogyakarta dapat terus berkelanjutan dan memberi warna sebagai kota budaya.” ucapnya.
BACA ARTIKEL LAINNYA :
- Pameran “Silent Resonance” Deni Setiawan “Wong Kito”
- Gelar Karya Seni SLB Bhakti Wiyata, Tampilkan Potensi Siswa Disabilitas
Menurut Retno Aris dan Ruth penulis pameran, The Language of Color: Mengungkap Makna di Balik Warna, bahwa warna memiliki bahasa sendiri yang dapat mengungkapkan perasaan, emosi, dan pengalaman hidup.

Dalam dunia seni, warna digunakan sebagai elemen utama untuk menciptakan karya-karya yang indah dan bermakna. Namun, warna juga dapat memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada konteks dan budaya.
“The Language of Color merupakan sebuah konsep yang menarik dan kompleks. Dengan memahami bahasa warna, kita dapat lebih memahami diri sendiri dan orang lain, serta dapat menciptakan karya-karya yang lebih bermakna dan indah,” ujar Retno Aris yang didampingi Ruth.
Indira Bunyamin mengatakan senang bisa memamerkan empat karya hasil dari on the spot pada pameran ini.
“Berkarya ini bagi saya sebagai media curhat, jadi senang karya saya bisa dinikmati oleh banyak orang,” ungkapnya.
Sementara Dwipo Hadi kurator pameran menjelaskan, kita bisa memaknai dari ke-enam Seniman ini dari perbedaan warna yang digunakan.
“Dengan kesewenang-wenangan penggunaan warna oleh seniman itu, kita bisa mengidentifikasi karakter seniman dan menjadi alat komunikasi yang universal,” jelasnya.
Pameran berlangsung 12 Desember 2025 – 12 Januari 2026 setiap hari buka pukul 10.00 wib. – 17.00 wib. Terbuka untuk umum.
Teks / Foto : Jajang R Kawentar (Yogkayakarta)



















