
MUARA ENIM | KabarSriwijaya.NET — Penilaian dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Muara Enim tahun 2026 diupayakan sudah menggunakan sistem digital.
Hal tersebut disampaikan Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.M., melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Muara Enim Iskandar, S.Kom., M.M., saat menutup Pelatihan Dewan Hakim MTQ Kabupaten Muara Enim di Hotel Griya Serasan Sekundang, Sabtu (13/12/2025).
Menurut Bupati, penerapan sistem digital dalam penilaian MTQ merupakan langkah strategis untuk meningkatkan objektivitas, transparansi, serta kualitas penilaian oleh Dewan Hakim.
Digitalisasi juga dinilai mampu meminimalisir perbedaan interval nilai antar juri serta mempercepat proses rekapitulasi hasil lomba.
Pernyataan tersebut sejalan dengan Drs. KH. Mudrik Qori, M.A, saat menjadi pemateri “Suara, Lagu dan Irama” pada Pelatihan Dewan Hakim MTQ Muaraenim 2025, di Hotel Griya Serasan Muaraenim, Jumat (11/12/2025).
Sistem Digital
Di sela-sela memberi materi, Kiai Mudrik yang juga Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren (PP) Al-Ittifaqiyah Indralaya ini menjelaskan, sistem digitalisasi penilaian MTQ telah mulai diterapkan pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan pada tahun sebelumnya dan telah mendapat pengakuan dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Nasional.
BACA BERITA TERKAIT :
Bupati Muara Enim: Pelatihan Dewan Hakim MTQ Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Penilaian
“Sistem digital ini sudah diakui secara nasional dan akan menjadi rujukan bagi kabupaten dan kota. Mereka di Tingkat nasional siap mengadopsi system digital yang sdah diterapkan oleh Provinsi Sumsel. Digitalisasi penilaian MTQ yang dikembangkan oleh tim IT Sumatera Selatan menjadi contoh bagi daerah lain,” tegas Ketua LPTQ Sumatera Selatan periode 2021–2025.
Semende Darat Tengah
Menanggapi hal tersebut, Bupati Muara Enim melalui Kabag Kesra menegaskan bahwa Pemkab Muara Enim akan mulai mempersiapkan penerapan sistem digital tersebut pada pelaksanaan MTQ Kabupaten Muara Enim mendatang yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) pada Juli 2026.
Selain itu, Bupati juga menekankan, penerapan digitalisasi penilaian harus diiringi dengan peningkatan perangkat teknologi yang lengkap dan maksimal, jaringan yang terkoneksi dengan baik. Sebab secara geografis, di Muaraenim antara daerah satu dan lainnnya sangat berbeda. Kondisi ini, menurut Bupati akan sangat berdampak pada daya tangkap sinyal dan proses percepatan akses dalam jaringan.
Kemampuan Teknologi Dewan Hakim
Bupati juga menegaskan, mempersiapkan digitalisasi dalam perhakiman di MTQ, bukan hanya perangkatnay saja, melainkan para Dewan Hakim juga dituntut memiliki kemampuan teknologi.
Sebab, sinergi antara sistem yang diterapkan dalam perhakiman MTQ dengan kesiapan sumber daya manusia, (dewan hakim) menjadi kunci keberhasilan digitalisasi dalam perhakiman MTQ mendatang.
“Dengan digitalisasi ini, seluruh Dewan Hakim juga berkewajiban memahami dan menguasai teknologi digital. Sistem yang diterapkan dalam perhakiman MTQ harus berjalan seiring dan seimbang dengan kualitas SDM-nya. Bahkan, sangat mungkin dalam proses penilaian ke depan setiap Dewan Hakim MTQ akan menggunakan laptop masing-masing,” ujar Kabag Kesra menyampaikan arahan Bupati.
Terkait dengan target itu, Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung penerapan sistem digital ini secara optimal.
Berlangsung Lebih Berkualitas
Orang nomor satu di Pemkab Muaraenim ini berharap, dengan dukungan dan kesiapan bersama, penyelenggaraan MTQ di Kabupaten Muara Enim ke depan dapat berlangsung lebih berkualitas, khususnya dalam penerapan sistem digitalisasi penilaian.
“Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar MTQ di Muara Enim ke depan semakin berkualitas, terutama dalam menerapkan sistem digitalisasi penilaian Dewan Hakim,” tambahnya.

Sukses Pelaksanaan dan Suskes Prestasi
Dengan penerapan sistem digital penilaian serta penguatan kapasitas dan kaderisasi Dewan Hakim, Pemkab Muara Enim berharap penyelenggaraan MTQ ke depan semakin profesional, akuntabel, dan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing.
“Kita wudjukan MTQ di Muaarenim di masa mendatang, bukan hanya sukses pelaksanaan, tetapi suskes prestasi, sukses membina umat secara kaffah, yang terwujud dalam semboyan kita Muaraenim MEMBARA : Muaraenim Bangkit, Rakyat Sejahtara,” tegasnya**
Dewan Hakim Muda
Sebelumnya, Bupati juga mengimbau agar pelatihan Dewan Hakim MTQ pada tahun-tahun berikutnya disertakan kaderisasi Dewan Hakim muda secara terencana dan berkelanjutan, guna memastikan ketersediaan SDM perhakiman MTQ yang andal dan siap menghadapi perkembangan sistem penilaian di masa mendatang.
TEKS / FOTO : IMRON SUPRIYADI










