PP Laa Roiba Serahkan Buku “Menyemai Cahaya Kata” untuk Pembinaan Ruhani Warga Binaan Lapas Kelas IIB Muaraenim

Acara berlangsung di Masjid Muzakir Lapas Kelas IIB Muaraenim

Muaraenim | KabarSriwijaya.NET — Pondok Pesantren Laa Roiba Muaraenim turut berperan dalam memperkuat pembinaan keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muaraenim dengan menyerahkan buku “Menyemai Cahaya Kata” sebagai salah satu bahan pembelajaran ruhani Islam bagi warga binaan.

Penyerahan buku ini dilakukan langsung oleh Pimpinan Ponpes Laa Roiba, KH Taufik Hidayat, yang diterima Kepala Lapas Kelas IIB Muaraenim, Auliya Zulfahmi, Selasa (19/11/2025).

Serah terima buku ini dalam rangkaian kegiatan “Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Lapas Kelas IIB Muaraenim dan Kementerian Agama Kabupaten Muaraenim” yang disaksikan Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muaraenim.

Acara berlangsung di Masjid Muzakir Lapas Kelas IIB Muaraenim dan diikuti oleh ratusan warga binaan yang hadir dengan tertib. Mereka terlihat bersemangat, mengenakan pakaian putih dan peci hitam, menandakan kesiapan mereka mengikuti proses pembinaan ruhani yang lebih terarah.

Buku Bekal Ruhani untuk Warga Binaan

Buku Menyemai Cahaya Kata merupakan karya KH Taufik Hidayat yang memuat materi-materi dasar ibadah, seperti tata cara wudhu, shalat, doa-doa harian, serta tuntunan pembinaan akhlak. Buku ini disusun dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami sehingga sangat relevan digunakan dalam proses pembelajaran bagi warga binaan yang memiliki latar belakang kemampuan ibadah yang beragam.

“Buku ini kami susun untuk membantu warga binaan memahami agama dengan lebih mudah dan praktis,” ujar KH Taufik Hidayat. “Ilmu agama adalah cahaya, dan cahaya itu harus dapat diakses oleh siapa saja—termasuk saudara-saudara kita yang sedang memperbaiki diri di lapas.”

Perubahan Dimulai dari Ilmu dan Kemauan

Dalam sambutannya, KH Taufik mengajak warga binaan agar memanfaatkan masa pembinaan di lapas sebagai momentum memperbaiki diri. Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku dimulai dari kemauan yang kuat dan kesediaan meninggalkan kebiasaan buruk.

“Tidak semua orang di luar sana lebih baik dari yang di sini,” tegasnya. “Banyak warga binaan yang justru siap berubah menjadi pribadi baru. Yang penting ada kemauan dan ilmu yang membimbing langkah.”

Ia juga mengisahkan inspirasi perubahan: seorang warga binaan yang tekun belajar mengolah singkong dan kemudian menjadi pengusaha sukses setelah bebas. Kisah ini menjadi contoh nyata bahwa peluang hijrah terbuka bagi siapa pun.

Dukungan Ponpes Laa Roiba

Pondok Pesantren Laa Roiba telah lama berkomitmen untuk mendukung program-program pembinaan keagamaan baik di dalam maupun luar lembaga pendidikan formal. Penyerahan buku ini merupakan bentuk kontribusi nyata Ponpes Laa Roiba dalam membantu Lapas Kelas IIB Muaraenim menghadirkan pembinaan ruhani yang lebih terstruktur.

“Kami siap berkolaborasi untuk membangun generasi yang lebih baik, termasuk para warga binaan yang sedang menata hidup,” ujar KH Taufik.

Harapan untuk Masa Depan Warga Binaan

Melalui kerja sama ini, Ponpes Laa Roiba berharap buku Menyemai Cahaya Kata dapat menjadi pedoman bagi warga binaan dalam memperbaiki kualitas ibadah mereka, memperkuat akhlak, dan menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Lapas Kelas IIB Muaraenim diharapkan menjadi ruang pembinaan yang tidak hanya menata perilaku, tetapi juga menguatkan keimanan. Ponpes Laa Roiba berkomitmen mendampingi upaya ini dengan terus menghadirkan dukungan ilmu, teladan, dan pembinaan keagamaan.

Masjid Harus Hidup, Warga Binaan Harus Mendekat Pada Allah

Dalam sambutannya, Kalapas Auliya Zulfahmi menyampaikan bahwa program pembinaan ruhani ini merupakan kebutuhan mendesak. Berdasarkan pengamatannya selama satu bulan lebih ketika dirinya mulai bertugas di Lapas Muaraenim, tingkat kehadiran warga binaan dalam salat berjamaah belum maksimal, padahal hampir seluruhnya beragama Islam.

KALAPAS – Kepala Lapas Kelas IIB Muaraenim, Auliya Zulfahmi, memberi sambutan dalam acara MoU Tentang Penyuluh Agama (Selasa, 19 Nov 2025).

“Dari 1.200 warga binaan, 99,99 persen Muslim. Tapi masjid tidak penuh. Karena itu kami wajibkan salat berjamaah secara bergantian,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas ibadah warga binaan, terutama dalam memperbaiki bacaan shalat seperti Al-Fatihah dan shalawat. Ia juga mendorong warga binaan agar tidak malu belajar, meski harus dimulai dari tahap dasar.

“Belajar itu tidak ada batasnya. Awalnya sulit, tapi harus dipaksa. Ini jalan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih disiplin, dan siap kembali ke keluarga dengan akhlak yang lebih baik,” ujarnya.

Lapas Adalah Tempat Melatih Niat

Kepala Kantor Kemenag Muaraenim, H. Abdul Harris Putra, dalam sambutannya menegaskan bahwa Lapas bukan tempat untuk menakutkan, melainkan ruang pembinaan yang dapat menumbuhkan fokus, ketenangan, dan tekad untuk berporses memperbaiki hidup.

“Di sini bapak-bapak justru bisa lebih fokus memperbaiki diri, memperbanyak waktu belajar, dan menata niat. Apa pun latar belakang yang pernah terjadi, tidak perlu ditoleh lagi,” ungkapnya.

SAMBUTAN – Kakankemenag Muaraenim, H. Abdul Harris Putra, S.Pd, M.Pd sedang memberi sambutan. (Selasa, 19 Nov 2025).

Ia mendorong para warga binaan untuk memulai dari hal-hal dasar dalam ibadah, seperti belajar membaca Al-Fatihah, mengaji, dan menambah wawasan agama sesuai kemampuan masing-masing.

“Tempat ini adalah tempat latihan. Di rumah, ada istri dan anak yang menunggu. Mereka berharap bapak-bapak pulang dengan menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya. 

Hapus Stigma, Beri Kesempatan Kedua

Abdul Haris juga menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat luas agar ikut mendukung proses pembinaan yang sedang dijalankan pemerintah.

“Masyarakat harus menghapus stigma buruk terhadap mantan warga binaan. Tuduhan dan prasangka hanya membuat mereka kecil hati bahkan bisa kembali ke perbuatan lama,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat ikut membimbing dan menyambut mantan warga binaan dengan baik, agar mereka dapat menjadi bagian dari masyarakat yang bermanfaat dan berakhlak mulia.

Merespon hal ini, Abdul Haris mewakili Kemenag Muaraenim, menyatakan berkomitmen mendukung pembinaan umat, termasuk para warga binaan, agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih taat.

TEKS / FOTO : IMRON SUPRIYADI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *