Palembang | KabarSriwijaya.NET — Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI) Sumatera Selatan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, yang genap berusia 58 tahun pada 17 November 2025.
Dalam pernyataan resminya, KCFI Sumsel dan Dewan Kesenian Palembang (DKP) turut menaruh harapan agar momentum bertambahnya usia Gubernur dapat membuka ruang yang lebih besar bagi kemajuan industri film lokal di Bumi Sriwijaya.
Ketua KCFI Sumsel, Suterisno, menyampaikan bahwa dunia perfilman daerah membutuhkan dukungan strategis dari Pemerintah Provinsi. Menurutnya, APBD Sumatera Selatan selayaknya mulai memberi porsi yang lebih kuat bagi program produksi film lokal, sehingga setiap tahun dapat lahir film berbasis sejarah, budaya, dan potensi Sumsel yang layak dipasarkan di tingkat nasional hingga internasional.
“Di hari ulang tahun Bapak Gubernur ini, kami para sineas berharap hadirnya kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan industri kreatif lokal. Sumsel punya potensi besar: kisah sejarah, budaya, tokoh, bahkan lanskap visual yang tak kalah menarik. Jika didukung APBD, kita bisa melahirkan film-film berkualitas yang membawa nama daerah ke dunia internasional,” ujar Suterisno.
BACA ARTIKEL TERKAIT :
Ia menambahkan, dukungan Pemprov Sumsel saat ini sangat dinantikan oleh para pelaku film yang selama ini bergerak dengan sumber daya terbatas. Salah satu harapan besar KCFI Sumsel adalah lahirnya bioskop lokal berstandar nasional dengan harga tiket terjangkau, sehingga film produksi Sumsel memiliki ruang tayang yang adil.
“Realitasnya, film lokal sangat berat bila harus menyewa gedung bioskop mainstream dengan biaya yang selangit. Kami berharap, dalam periode kepemimpinan Pak Herman Deru, Sumatera Selatan bisa memiliki bioskop lokal yang benar-benar menjadi rumah bagi karya anak daerah,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), M. Nasir, turut memberikan komentar dukungan atas harapan yang disampaikan KCFI Sumsel.
Menurut Nasir, perfilman adalah cabang seni yang mampu merekam sekaligus memperluas gagasan kebudayaan. Karena itu, pemerintah daerah perlu hadir sebagai fasilitator utama agar produksi film lokal tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu bersaing secara profesional.
“Gubernur Herman Deru telah memberikan banyak ruang bagi seniman, dan kami percaya dukungan terhadap film lokal bisa menjadi langkah penting berikutnya. Film adalah jendela identitas, dan Sumsel punya banyak cerita yang belum diangkat ke layar,” ungkapnya, di sela-sela Pekan Seni di Palembang, belum lama ini (November 2025).
Nasir menambahkan bahwa DKP siap bersinergi dengan KCFI Sumsel dan pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi ekosistem film di Palembang.
Menurutnya, lahirnya bioskop lokal dengan harga terjangkau akan menjadi terobosan strategis, terutama bagi komunitas kreatif yang selama ini kesulitan mendapatkan ruang pemutaran.
“Jika bioskop lokal dapat diwujudkan di era kepemimpinan Pak Herman Deru, itu akan menjadi warisan kebudayaan yang sangat berarti. Tidak hanya bagi para sineas, tetapi bagi masyarakat Sumsel yang berhak mendapatkan karya-karya yang lahir dari tanah mereka sendiri,” ujarnya.
Baik KCFI Sumsel dan DKP menutup pernyataannya dengan doa agar Gubernur Herman Deru senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin Sumatera Selatan, serta semakin membuka jalan bagi tumbuhnya ekosistem film yang maju, berdaya saing, dan membanggakan masyarakat Sumsel.
TEKS : A. MAULANA | EDITOR : IMRON SUPRIYADI | FOTO : DOK. KCFI SUMSEL















