Muara Enim KabarSriwijaya.NET — Pondok Pesantren (PP) Laa Roiba Muara Enim menggelar kegiatan Silaturahmi Bersama Wali Santri Akhir Tahun Ajaran 2025/2026, menjelang libur semester gasal tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Julaibib PP Laa Roiba, Selasa (17/12/2025).
Acara temu wali santri ini dilaksanakan menjelang masa libur semester ganjil yang akan berlangsung mulai 17 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Kegiatan dihadiri ratusan santri beserta para wali santri yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Muara Enim.
BACA BERITA TERKAIT :
MI Laa Roiba, Antara Raport, Libur, dan Sorak Takbir di Pagi Hari
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Mudirul Ma’had PP Laa Roiba, Ustadz Wartawan Effendi, S.Sn, yang mewakili Mudir Ma’had sekaligus pendiri PP Laa Roiba KH Taufik Hidayat, S.Ag., M.I.Kom. Turut hadir para ustadz dan ustadzah, ustadz pengabdian (wali asuh), serta seluruh santri PP Laa Roiba.
Salam dari Mudir
Dalam sambutannya, Ustadz Wartawan Effendi terlebih dahulu menyampaikan salam dari KH Taufik Hidayat yang berhalangan hadir karena adanya agenda penting di luar Kabupaten Muara Enim yang tidak dapat ditinggalkan.

“Beliau menitipkan salam hormat dan doa kepada seluruh wali santri serta para santri PP Laa Roiba,” ujar Ustadz Wartawan.
Pada kesempatan tersebut, pihak pesantren menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para santri dan wali santri selama masa libur semester.
Menjaga Shalat Lima Waktu
Salah satu penekanan utama adalah agar para santri tetap menjaga shalat lima waktu selama berada di rumah.
“Shalat adalah pembeda antara seorang mukmin dan orang kafir. Santri harus menunjukkan bahwa mereka telah terdidik dan memahami kewajiban shalat,” tegasnya.
Menjaga Adab
Selain itu, para santri juga diingatkan untuk menjaga adab dan sopan santun kepada orang tua dan lingkungan sekitar. Menurutnya, adab harus selalu mengiringi ilmu yang telah dipelajari di pesantren.
“Al-adabu fauqol ilmi, adab itu lebih utama daripada ilmu. Untuk apa ilmu banyak, tetapi tidak beradab. Di Pesantren orang tua kalian adalah para ustadz dan ustadzah, dan di rumah adalah kedua orang tua, atau walinya, serta orang tua di lingkungan kalian tinggal. Siapapun orangnya, sebagai santri yang sudah dibekali ilmu agama, harus menjaga adab kepada siapapun,” pesannya.
Pengawasan terhadap Medsos
Pesantren juga mengingatkan para wali santri agar melakukan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di era media sosial. Ustadz Wartawan menegaskan bahwa santri usia SMP dan SMA masih sangat labil sehingga memerlukan perhatian serius dari orang tua selama liburan.
“Kalau di pesantren ada ustadz yang mengawasi, di rumah Bapak dan Ibu yang harus mengawasi. Gunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat, bukan sekadar selfie atau mengunggah hal-hal yang tidak mendidik,” ujarnya.
Mengungagh Foto Tidak Bermanfaat
Ia juga menegaskan bahwa santri tidak diperbolehkan mengunggah foto atau video yang tidak mencerminkan nilai pendidikan dan adab santri, seperti merokok atau perilaku negatif lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak pesantren juga meluruskan persepsi sebagian wali santri terkait laporan kehilangan barang. Menurutnya, banyak kejadian yang sebenarnya bukan kehilangan, melainkan karena kurangnya ketelitian santri dalam menjaga barang pribadi.
“Kadang baju jatuh saat dicuci, menjadi kotor, lalu tidak mau diambil lagi. Itu bukan hilang, tapi kurang teliti,” jelasnya.
Menerapkan Ilmu di Masyarakat
Lebih lanjut, pesantren menyampaikan bahwa ilmu yang telah diajarkan di PP Laa Roiba diharapkan dapat dipraktikkan oleh santri di rumah dan di masyarakat.
Santri dewasa diharapkan mampu menjadi imam shalat, khatib Jumat, memimpin yasinan, serta doa setelah shalat fardhu.

“Silakan dites dan dikoreksi. Jika ada kekurangan, sampaikan kepada kami sebagai bahan perbaikan ke depan,” katanya.
Menjaga Nama Baik Pesantren
Menutup sambutan, Ustadz Wartawan mengingatkan seluruh santri untuk menjaga nama baik pesantren dengan tetap berperilaku dan beradab baik di mana pun berada, terutama dalam menjaga waktu shalat sebagaimana yang telah dibiasakan di pesantren.

Kegiatan silaturahmi tersebut kemudian ditutup dengan pembagian hadiah class meeting yang telah dilaksanakan selama masa menunggu liburan. Setelah acara selesai, para santri dijemput oleh orang tua masing-masing untuk menjalani masa libur selama kurang lebih dua pekan hingga 3 Januari 2026.**
TEKS : IMRON SUPRIYADI | FOTO : ARIEL PRATAMA (Tim Media PP Laa Roiba)















