MUARAENIM | KabarSriwijaya.NET – Menjelang Praktik Kerja Lapangan (PKL) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Muaraenim menggelar Youth Integrity Training dengan tema “Pendidikan Karakter, Akhlaq dan Etos Kerja SMKN1 Muaranim” di Ruang Perhotelan SMKN 1 Muaraenim, Rabu, (12/12/2025), mulai 09.00-11.30 WIB.
Pada gelaran training ini, SMKN 1 Muaraenim mengundang trainer dan Penulis Buku “Revolusi Hati: Mengubah Tinja Menjadi Cinta” Imron Supriyadi, S.Ag, M. Hum, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Laa Roiba Muaraenim.
Kepala SMKN 1 Muaraenim, yang diwakili Wakil Kepala SMKN 1 Muaraenim, Jum Herman, S.Pd.I, M.Pd menjelaskan, tujuan digelarnya training ini sebagai salah satu pembekalan bagi peserta didik SMKN 1 Muaraenim, khususnya bagi peserta didik yang dalam waktu dekat akan melakukan PKL di sejumlah instansi di Muaraenim.

Menurut Alumnus Pascasarjana Universitas Islam Annur Lampung ini menambahkan, pada saatnya PKL nanti, para peserta didik sangat penting memiliki karakter yang kuat, akhlaq yang baik dan etos kerja yang tinggi.
Sebab, dengan karakter yang kuat setiap peserta didik yang melakukan PKL akan siap dalam segala tantangan nyata di lapangan. Selain itu pentingnya akhlaqul karimah dalam setiap menjalani PKL juga menjadi penentu, berhasil dan tidaknya bagi peserta didik di lokasi PKL.
Jum Herman menegaskan, hal lain yang tak kalah pentingnya adalah etos kerja yang harus tetap dijaga dengan baik. Sehingga tiga hal; yaitu penguatan karakter, akhlaq dan etos kerja akan berjalan secara seimbang dan maksimal.
“Karakter yang kuat, tanpa diikuti etos kerja yang tinggi juga tidak akan maksimal. Demikian juga etos kerja maksimal, tanpa diringi dengan akhlaq yang baik, juga akan tidak sempurna. Sebab, bangsa ini, akan rusak kalau dikelola oleh orang-orang punya etos kerja tinggi, tetapi pada praktiknya mereka tidak berakhlaq. Oleh sebab itu, keseimbangan antara karakter yang kuat, etos kerja maksimal dan akhlaqul karimah, tidak boleh terpisahkan satu dan lainya,” tegasnya dalam sambutanya.
Sementara Imron Supriyadi sebagai pemateri tunggal di acara itu membuka sesi dengan menyoal diri pada setiap peserta didik dengan pertanyaan : What Do You Want To Be?
“Mulai hari ini, tanyakan pada diri kalian, What Do You Want To be? Setelah ini Anda akan jadi apa? Tentara, Polisi, Dokter, Guru, Insinyur, Pengusaha, Penulis, Seniman, Kontraktor, Pengsuaha, Animator, Conten Kreator, atau CEO Perusahaan, atau mau jadi apa?” tegasnya.
“Pada diri kalian sudah ada energi lima puluh persen. Dan lima puluh persen lagi tinggal lakukan, action! mulai dari sekarang, mulai dari hal yang kecil dulu, tentang apa yang bisa kalian lakukan, hingga lima puluh persen lagi akan menjadi seratus persen,” tambahnya.
“Pulang dari training ini, buat tulisan besar-besar di kamar, atau tulis dalam dream book, buku mimpimu apa, tulis di buku mimpi. Jangan takut bermimpi atau bercita-cita. Semua itu akan tersimpan dalam alam bawah sadar, Insya Allah apa yang kalian cita-citakan, akan disaksikan alam semesta, hingga Allah akan mengabulkan doa kalian!” tegasnya.
Lebih lanjut mentor Publik Speaking di PP Laa Roiba Muaraenim ini menambahkan, berbagai kondisi kronis generasi muda hari ini, diantaranya; malas bekerja, malas berproses, tidak beradap pada kedua orang tua, guru dan lingkungan.
“Satu diantara akibat kita tidak beradap dengan lingkungan, kita lihat ada banjir di berbagai wilayah. Ini pelajaran buat kita, yang berkewajiban menjaga tiga adab; kepada Allah, orang tua dan guru, juga kepada lingkungan, ini yang kita sebut menjaga hubungan baik kepada Allah dan manusia, hamblumminallah wa hamblmumminanaas. Bagaimana mungkin alam dan orang lain akan menghargai kita, kalau kita tak punya adab pada alam, pada orang lain?” tegasnya.
Kali itu, Imron juga menyampaikan posisi manusia yang diciptakan Allah. Menurut Imron, manusia diciptakan Allah sebagai pemimpin, sebagai khalifah di bumi.
“Khalifah itu pemimpin, dan pemimpin itu nomor satu, bukan nomor dua. Artinya Allah sudah menciptakan atau memerintahkan kita untuk menjadi pelopor, bukan jadi genarasi pengekor. Jadilah generasi leader, bukan follower. Jadilah generasi pemenang bukan generasi pecundang, yang tak punya gagasan, tak punya inisiatif, tak punya karya. Lakukan sesuatu sekecil apapun yang memberi manfaat bagi orang lain, sehingga kalian menjadi manusia terhormat dengan karya, bukan karena meminta-minta!” tegasnya.
Lebih lanjut, Imron juga menegaskan nilai-nilai dalam pengutan karakter pada setiap diri peserta didik saat menjalani PKL. Diantaranya, tanggungjawab, kejujuran, disiplin, kerja sama, empatik.
“Dalam menjalani tugas nanti, pentingnya sikap bertanggungjawab pada tugas yang diberikan, disiplin dalam segala hal, respon dan empatik kepada setiap orang yang dijumpai di Lokasi PKL, dan jaga akhlak yang baik kepada siapapun, termasuk dengan office boy, tukang sampah sekalipun. Tak ada hak kita mencerca, menghina, membenci kepada setiap mahluk. Kuncinya tanamkan dalam setiap diri kita; ketika kita membenci, memaki, menghina dan mencerca bahkan menyakiti hati atau menyakiti fisik kepada mahluk, kita sama halnya, telah menyakiti yang menciptakan mahluk,” tegasnya.
Di akhir acara, Jum Herman, menutup dengan beberapa pesan kepada peserta didik, agar semua materi yang telah disampaikan dapat diserap, dipraktikkan diterapkan, sehingga pada saat PKL, atau setelah menjadi alumni SMKN, akan menjalankan tugas dengan baik dan maksimal, dan selalu ingat dengan pesan moral yang telah diberikan para guru, ketika peserta didik menjalani proses belajar mengajar di SMKN 1 Muaraenim.**
Teks : Redaksi KabarSriwijaya.NET | Foto : Dok. Tim SMKN 1 Muaraenim





