Pertemuan Kedua “SPADA”di BLK Laa Roiba : Fokus Hafalan Muqaddimah dan Penguatan Dasar Vokal-Artikulasi

Peserta ditargetkan mampu menguasai dan menghafal muqaddimah sebagai keterampilan dasar tampil di depan publik

MUARAENIM | KabarSriwijaya.NET – Program Sekolah Public Speaking dan Dai (SPADA) Balai Latihan Kerja (BLK) Pondok Pesantren Laa Roiba kembali berlangsung pada pertemuan keduanya, Sabtu (15/11/2025).

Pada sesi ini, para peserta ditargetkan mampu menguasai dan menghafal muqaddimah sebagai keterampilan dasar tampil di depan publik. Meski demikian, setiap pertemuan tetap diawali dengan latihan vokal dan artikulasi untuk melenturkan kemampuan berbicara yang masih terlihat kaku pada sebagian peserta.

Pelatihan vokal menjadi fondasi penting dalam dunia public speaking. Para peserta diajak mempelajari teknik pernapasan, penggunaan pita suara, hingga pengaturan posisi lidah dan bibir untuk menghasilkan suara vokal yang jelas dan terkontrol.

Sementara itu, materi artikulasi diberikan untuk melatih kejelasan pengucapan huruf dan kata, termasuk bagaimana lidah, bibir, gigi, serta langit-langit bekerja membentuk bunyi yang tepat.

Menurut Mentor SPADA Laa Roiba, Imron Supriyadi, latihan vokal dan artikulasi sering kali dianggap membosankan, bahkan kerap diremehkan oleh sebagian orang dewasa. Padahal, ketidaktuntasan pada dua dasar ini dapat berdampak pada kemampuan menyampaikan pidato, ceramah, atau presentasi menjadi kurang jelas.

LATIHAN VOKAL – Sekolah Publik Speaking di BLK Laa Roiba, Muaraenim, Sabtu 15 November 2025

“Kalau di pesantren ada ilmu tajwid, ada makhrajul huruf. Prinsipnya sama dalam public speaking, hanya istilahnya yang berbeda. Makhrajul huruf juga akan dipelajari seiring dengan materi vokal,” jelas Imron.

Mengiringi gagasan Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Laa Roiba, KH Taufik Hidayat, S.Ag, M.I, Kom, Program SPADA Laa Roiba dirancang akan berlangsung selama tiga bulan.

Dalam rentang waktu tersebut, peserta tidak hanya ditargetkan mampu menguasai teori, tetapi juga menguasai panggung, gestur, hingga teknik penyampaian pesan secara efektif.

“Melaui BLK Laa Roiba, kami berharap pelatihan berjenjang ini, para peserta, terutama anak-anak MI yang saat ini ikut pelatihan, akan dapat berkembang menjadi dai muda dan pembicara yang cakap, percaya diri, serta mampu menyampaikan pesan kebaikan dengan bahasa yang santun dan komunikatif,” tegasnya.

TEKS/FOTO : TIM BLK LAA ROIBA   |  EDITOR :  WARMAN P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *