MUARA ENIM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muara Enim memperkuat sinergi dengan PT Tanjung Enim Lestari (TEL) melalui audiensi dan silaturahmi yang digelar di ruang pertemuan PT TEL, Selasa (19/5/2026).
Pertemuan itu membahas penguatan pembinaan keagamaan, pemberdayaan masyarakat, hingga pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah binaan perusahaan.
Pentingnya Kolaborasi
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan dunia industri guna membangun kehidupan sosial dan keagamaan yang lebih kuat di tengah masyarakat.
Dewan Pertimbangan MUI Muara Enim, H Taufik Rahman, mengatakan bahwa MUI merupakan rumah besar umat Islam yang menaungi berbagai organisasi keagamaan serta memiliki tanggung jawab membangun sinergi sosial di tengah masyarakat.
“Karena itu, kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan perlu berjalan bersama agar memberi manfaat nyata bagi umat,” ujarnya.
Sapu Lidi
Ketua Umum MUI Muara Enim, Dr KH Solihan, menambahkan, silaturahmi menjadi bagian penting dalam membangun keberkahan sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga.
Menurut dia, MUI memiliki sejumlah komisi yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, pengkajian, kerukunan, hingga seni budaya.

Ia menyebut MUI sebagai wadah bersama berbagai organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), serta organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.
“MUI ibarat sapu lidi. Jika disatukan akan menjadi kuat. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak, termasuk perusahaan, bersama-sama membina umat melalui program yang berkelanjutan,” kata Solihan.
Sinergi Program
Menurut Solihan, MUI juga menawarkan sejumlah program yang dapat disinergikan dengan PT TEL, antara lain pelatihan khatib dan imam, kajian fikih kontemporer, pelatihan juru sembelih halal, hingga pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.
Ia menegaskan, MUI hadir untuk memberikan panduan terhadap berbagai persoalan kontemporer yang berkembang di masyarakat, termasuk persoalan fikih dalam kehidupan sehari-hari.
Solihan mencontohkan sertifikasi halal dalam bidang loundry, juga akan menjadi bagian kajian fiqih kontemporer yang akan diagendakan MUI Muara Enim.
“Salah satau syaratnya shah-nya shalat itu pakaian harus bersih dan suci. Nah, kita sekarang ada loundry. Kita juga akan kaji secara fiqih bagaimana proses mencucinya, sabun yang dipakai, sehingga pakaian yang dicuci dari loundry juga bersih dan suci, memenuhi syarat sahnya shalat. Ini salahs atu kajian fiqh kontemporer,” tegasnya.
K3 dan Dimensi Spiritual
Dalam dialog tersebut, anggota Dewan Pertimbangan MUI Muara Enim, KH Taufik Hidayat, menyoroti pentingnya dimensi spiritual dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan.
Menurut pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Laa Roiba Muara Enim ini, keselamatan kerja tidak hanya bertumpu pada aspek teknis, tetapi juga kesadaran moral dan spiritual pekerja dalam menjalankan tugas secara bertanggung jawab.
“Keselamatan bukan hanya soal prosedur K3, tetapi juga kesadaran spiritual bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Sinergi Berkesinambungan
Sementara itu, HR & CA Director PT TEL Mochamad Amrodji menyambut baik gagasan sinergi yang ditawarkan MUI Muara Enim. Ia berharap kerja sama tidak hanya dilakukan pada momentum Ramadhan dan hari-hari besar Islam, tetapi dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Menurut Amrodji, perusahaan membutuhkan penguatan nilai-nilai spiritual di tengah perkembangan industri modern.
“Secanggih apa pun teknologi, manusia tetap membutuhkan pertolongan dan izin Allah SWT. Karena itu, kami berharap MUI dapat membantu meningkatkan pengetahuan agama di lingkungan perusahaan maupun masyarakat sekitar,” katanya.
PT TEL, lanjut Amrodji, terbuka untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang, seperti pengiriman khatib Jumat, pelatihan juru sembelih halal (Juleha), Pelatihan Khatibdan Imam, Megurus Jenazah, pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM binaan perusahaan, hingga kajian ekonomi syariah berbasis masjid.
Audiensi itu ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara MUI Muara Enim dan PT TEL dalam bidang dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, serta pembinaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Hadir dalam pertemuan tersebut dari pihak PT TEL antara lain Mochamad Amrodji (HR & CA Director), R.A. Najamudin (Head of HR & CA Division), Ahmad Faisol (Deputy Head of HR & CA Division bidang CSR), Edi Sutowo (Deputy Head of HR & CA Division bidang Legal dan GAD), A. Roni Alwis (Head of Production Division), Rachmadi (Deputy Head of Safety Department), serta tim CSR PT TEL.
Sementara dari MUI Muara Enim hadir H Taufik Rahman, SH, MH, KH Taufik Hidayat, SAg, M.I, Kom, Dr KH Solihan, M.Pd.I, H Muhamad Taufik, SAg, ME, MM, Ahmad Fikri Mustanjib, M.Pd, Hj Elly Yuliar, ST, Restiana, AMD, SE, H Sofyan Harun, SH, Alwi Dani, serta Drs M Shaleh, M.Pd.I, dan pengurus MUI di beberapa kecamatan lainnya.**
Teks / Foto : Imron Supriyadi (WA : 0813-7425-7744)




















