Di Desa Muara Tenang, Kecamatan Semende Darat Tengah, suara ayat-ayat suci belum benar-benar reda ketika satu per satu piala disusun rapi di atas panggung. Sepekan lamanya, ruang-ruang desa diisi oleh lantunan tilawah, hafalan, dan tafsir. Namun pada Sabtu petang itu (11/04/2026), yang tersisa bukan hanya gema suara, melainkan juga cerita tentang kerja sunyi yang berbuah prestasi.
MUARAEN ENIM | KabarSriwijaya.NET – Kecamatan Semende Darat Tengah tidak hanya berhasil menjadi tuan rumah, tetapi juga menegaskan diri sebagai yang terbaik. Dengan perolehan 224 piala, wilayah ini dinobatkan sebagai juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-42 tingkat Kabupaten Muara Enim.
Rambang Posisi Kedua, SDT Juara Umum
Sebuah capaian yang terasa kontras jika menoleh setahun ke belakang, ketika pada MTQ ke-41 di Lubai Ulu, gelar itu berada di tangan Kecamatan Rambang. Tahun ini, Rambang berada di posisi kedua dengan 208 piala—tetap kuat, namun harus mengakui ketangguhan tuan rumah.
BACA ARTIKEL TERKAIT :
Menutup Lantunan MTQ ke-42 Muaraenim, Menyalakan Harapan
Momen penyerahan piala bergilir menjadi penanda yang hening sekaligus khidmat. Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Ir. Yulius, M.Si., menyerahkan piala itu kepada Camat Semende Darat Tengah (SDT), H Zulfikar, S.Ag., M.M.
Bukan sekadar ajang kompetisi
Di balik seremoni singkat tersebut, tersimpan perjalanan panjang para kafilah—latihan berulang, disiplin yang dijaga, serta harapan yang diam-diam dipupuk.

“Atas nama Bupati Muara Enim, kami mengapresiasi seluruh qari dan qariah yang telah berpartisipasi,” ujar Yulius dalam sambutannya. Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk melahirkan yang terbaik, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Di barisan kursi undangan, para peserta yang belum berhasil tampak tetap menyimak. Tidak ada riuh berlebihan, hanya tepuk tangan yang sesekali mengalir. Barangkali mereka memahami, bahwa panggung ini bukan akhir, melainkan satu etape dalam perjalanan yang lebih panjang.
Bersiap menghadapi MTQ Provinsi di Lahat
Pesan pun mengarah ke depan. Para juara diminta segera bersiap menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang akan digelar di Kabupaten Lahat pada Juni mendatang.
Targetnya bukan sekadar hadir, melainkan mengukir prestasi. Harapan itu disampaikan dengan nada tenang, seolah mengingatkan bahwa kemenangan hari ini adalah amanah untuk esok.
Mampu menjaga cahaya Al-Qur’an
Keberhasilan penyelenggaraan MTQ kali ini juga tak lepas dari peran masyarakat SDT. Sebagai tuan rumah, mereka tidak hanya menyediakan ruang, tetapi juga menghadirkan suasana—hangat, tertib, dan bersahaja. Sebuah kerja kolektif yang kerap luput dari sorotan, namun justru menjadi fondasi keberhasilan.
Ketika acara resmi ditutup, dan panggung mulai ditinggalkan, Desa Muara Tenang kembali ke pada ritmenya. Namun ada yang berubah: semangat yang tertanam selama sepekan, kini tinggal untuk dirawat.
Sebab MTQ, pada akhirnya, bukan tentang siapa yang membawa pulang piala, melainkan siapa yang mampu menjaga cahaya Al-Qur’an tetap hidup dalam keseharian.**
TEKS : A. MAULANA | EDITOR : IMRON SUPRIYADI | FOTO : HUMAS PEMKAB MUARAENIM



















