Meneguhkan Amanah Penghulu, Merawat Umat

Halal Bihalal dan Pembinaan PC APRI Palembang dalam Bingkai Pengabdian

Pagi itu, Rabu (8/4/26), suasana Gedung Paviliun BSI Sudirman, Palembang, terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan formal, melainkan perjumpaan hati yang dipenuhi kehangatan. Satu per satu para penghulu dan penyuluh agama saling berjabat tangan, mengurai sisa-sisa kekhilafan selepas Idulfitri 1447 Hijriah.

PALEMBANG  |  KabarSriwijaya.NET – Di ruang itulah, Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kota Palembang menghadirkan sebuah ikhtiar sederhana namun bermakna: Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan pembinaan penghulu. Sebuah pertemuan yang tidak hanya merajut silaturahmi, tetapi juga meneguhkan kembali amanah sebagai pelayan umat.

Ketua PC APRI Palembang, H. Zulfikar Ali Fajri, memandang momentum ini sebagai lebih dari sekadar tradisi tahunan. Baginya, Halal Bihalal adalah ruang muhasabah—tempat setiap penghulu menata kembali niat dan memperbaiki kualitas pengabdian.

“Silaturahmi ini harus melahirkan energi baru. Kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga saling menguatkan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dengan penuh ketulusan.

BACA ARTIKEL TERKAIT :

Halal Bihalal: Laku Kultural ke Diplomasi Sosial dan Transformasi “Islam Nusantara”

Di tengah arus perubahan zaman, peran penghulu semakin strategis. Mereka bukan hanya pencatat akad nikah, tetapi juga penjaga nilai-nilai sakinah dalam keluarga Muslim. Dari tangan para penghulu, lahir ikatan suci yang diharapkan menjadi pondasi peradaban umat.

Kesadaran itulah yang ditekankan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palembang, H. Muflikhul Hasan, dalam sesi pembinaan. Ia mengingatkan bahwa tugas penghulu bukan semata administratif, melainkan juga spiritual dan sosial.

“Penghulu adalah garda terdepan dalam membangun keluarga sakinah. Karena itu, profesionalitas harus berjalan seiring dengan integritas dan keikhlasan,” tuturnya.

Dalam perspektif Islam, pelayanan kepada umat adalah bagian dari ibadah. Setiap proses yang dilalui—dari membimbing calon pengantin hingga menyaksikan akad—bukan sekadar rutinitas, tetapi amal yang bernilai di sisi Allah SWT. Karena itu, pembinaan yang dilakukan bukan hanya memperkuat pemahaman teknis, tetapi juga menyelaraskan visi dan niat.

Penyerahan simbolis buku rekening PC APRI Palembang oleh Kacab BSI Sudirman

Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi. Hadirnya berbagai unsur, mulai dari jajaran Kementerian Agama, organisasi profesi, hingga mitra strategis, menjadi bukti bahwa pelayanan umat tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan kebersamaan, kolaborasi, dan saling dukung.

Namun, di balik semua itu, ada hal yang lebih mendasar: ruh kebersamaan. Dalam suasana yang penuh keakraban, para penghulu saling berbagi pengalaman, bertukar pandangan, dan menguatkan satu sama lain.

Mereka menyadari bahwa di balik setiap tugas, ada tantangan yang tidak ringan—mulai dari persoalan keluarga hingga dinamika sosial masyarakat.

Halal Bihalal hari itu menjadi ruang jeda yang menenangkan. Sebuah kesempatan untuk kembali mengingat bahwa tugas sebagai penghulu bukan hanya profesi, tetapi juga panggilan jiwa.

Pada akhirnya, pertemuan itu meninggalkan pesan yang dalam: bahwa merawat umat dimulai dari merawat kebersamaan. Bahwa pelayanan terbaik lahir dari hati yang bersih dan niat yang lurus. Dan bahwa setiap langkah kecil dalam melayani masyarakat adalah bagian dari ikhtiar besar membangun peradaban Islam.

Dari Palembang, semangat itu kembali diteguhkan—bahwa penghulu bukan sekadar petugas, melainkan penjaga amanah umat.**

TEKS / FOTO : HUMAS PC APRI PALEMBANG  |  EDITOR : NEWSROOM/AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *