Sukses, “Istighotsah Mantap” di Ogan Ilir, Rais ‘Aali JATMAN Tekankan Penguatan Sanad dan Akhlak Umat

Kegiatan pada Minggu, 18 Januari 2026, di Lapangan Desa Suka Mulya, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir

Ogan Ilir | KabarSriwjaya.NET — Majelis Ta’lim dan Dzikir Akbar Jam’iyyah Al-Abroriyyah Al-Bariziyyah Al-Asroriyyah menggelar Istighotsah Mantab yang dirangkaikan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW serta pelantikan Idarah Syu’biyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Muaraenim masa khidmah 2026–2030.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026, di Lapangan Desa Suka Mulya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dan dihadiri ratusan jamaah, pengurus NU, para masyayikh, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah.

Istighotsah dan dzikir akbar ini dipimpin oleh Romo KH M Qusyairi Abror Al-Qodiri, S.HI., S.Pd, Pengasuh Pondok Pesantren Syafa’atut Thulab Patra Tani, serta Romo KH Achmad Chalwani Nawawi Al-Qodiri Asy-Syomadani, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, Jawa Tengah, yang juga menjabat sebagai Rais ‘Aali JATMAN.

Pelantikan pengurus Idarah Syu’biyah JATMAN Kabupaten Ogan Ilir dan Muaraenim menjadi bagian penting dari rangkaian acara. Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi jam’iyyah thariqah mu’tabarah, serta memperluas dakwah tasawuf yang ramah, moderat, dan membumi di tengah masyarakat.

Dalam tausiyahnya, KH Achmad Chalwani Nawawi menegaskan bahwa istighotsah dan dzikir bukan sekadar ritual, tetapi sarana menjaga kesinambungan sanad keilmuan dan spiritualitas umat.

“Thariqah mu’tabarah itu bukan hanya wirid dan dzikir, tetapi jalan menjaga adab, akhlak, dan kesetiaan pada sanad para ulama. JATMAN hadir untuk merawat ajaran tasawuf Ahlussunnah wal Jama’ah yang lurus dan menenteramkan umat,” ujar KH Achmad Chalwani Nawawi.

Ia juga menekankan bahwa momentum Isra’ Mi’raj harus dimaknai sebagai penguatan kesadaran shalat dan tanggung jawab sosial.

“Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah harus berbuah pada kebaikan akhlak dan kepedulian sosial. Dzikir harus melahirkan ketenangan, bukan kegaduhan,” tambahnya.

Sementara itu, KH M Qusyairi Abror Al-Qodiri menyampaikan bahwa istighotsah mantab ini merupakan ikhtiar spiritual bersama untuk keberkahan daerah dan persatuan umat.

“Istighotsah ini kita niatkan sebagai doa kolektif agar Ogan Ilir dan Sumatera Selatan senantiasa diberi keberkahan, dijauhkan dari perpecahan, dan umatnya istiqamah dalam jalan para ulama,” tuturnya.

Pelantikan Idarah Syu’biyah JATMAN Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Muaraenim menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Pelantikan ini menandai dimulainya masa khidmah kepengurusan baru JATMAN Ogan Ilir periode 2026–2030.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari konsolidasi jam’iyyah thariqah mu’tabarah di tingkat daerah.

“Kami berharap kepengurusan JATMAN Ogan Ilir yang baru dapat menjadi penggerak dakwah tasawuf yang sejuk, moderat, dan membumi di tengah masyarakat,” ujar panitia dalam keterangannya.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembacaan dzikir, istighotsah, dan doa bersama, serta diakhiri dengan mauidhah hasanah dan doa penutup. Jamaah yang hadir menyambut kegiatan ini dengan antusias sebagai bagian dari penguatan spiritual dan kebersamaan umat.

TEKS: EMIL MAHMUD  |  EDITOR  : IMRON SUPRIYADI  | FOTO : GRUP WA JATMAN MUARAENIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait