Yogyakarta, Kulonprogo | KabarSriwijaya.NET– Seratusan anak-anak dan remaja Gen Z di kalurahan Karangwuni mengikuti Workshop Wayang Cumplung gratis yang diselenggarakan Sanggar Nimbakarsa berkolaborasi dengan Komunitas Daulat Sampah di halaman Sanggar Nimbakarsa Dusun Kriyan, Rt.16/Rw.08, Karangwuni, Wates, Kulon Progo, Minggu, (28/12/2025) mulai pukul 09.00 – Selesai.
Kegiatan akhir tahun ini dalam rangka mengisi liburan anak-anak sekolah atas usulan orang tua wali sanggar untuk membuat acara selain kegiatan rutin belajar Tari, berupa workshop Wayang Cumplung, Literasi dan Performance, bertindak sebagai fasilitator Teguh Paino dan Jajang Kawentar.
Mahesta Adi Candra (26) pendiri sekaligus Ketua sanggar Nimbakarsa menjelaskan bahwa workshop Wayang Cumplung hasil kreasi seniman Kulonprogo Teguh Paino kolaborasi dengan Sanggar Nimbakarsa dan Komunitas Daulat Sampah.

“Kegiatan ini memperkenalkan budaya lokal dan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak GenZ dengan pendekatan yang ringan dan menyenangkan. Wayang Cumplung sendiri terbuat dari bahan limbah lokal alami, dengan demikian akan menumbuhkan kesadaran anak-anak GenZ mengenal budayanya sendiri dan lingkungannya,” jelas Candra.
Pengembangan selanjutnya Sanggar Nimbakarsa akan merancang tarian Wayang Cumplung dan Literasinya. “Sesuai dengan aktivitas Sanggar Nimbakarsa dibidang seni Tari,” pungkasnya.
BACA ARTIKEL TERKAIT :
Sementara Teguh Paino (51) seniman Kulonprogo pencipta Wayang Cumplung mengungkapkan lahirnya Wayang Cumplung awalnya sebagai karya instalasi. Pernah ditampilkan pada pameran di Taman Budaya Yogyakarta, Museum Sono Budoyo dan Biennale Jogja.
“Awalnya saat saya berjalan disekitar lingkungan tempat tinggal menemukan kelapa kering berserakan berlubang bekas dimakan tupai. Ini menarik kesadaran estetik untuk mengeksplorasi dalam bentuk karya yang unik, sepele dan lokalitas. Selain sebagai karya instalasi saya akhirnya berpikir untuk menghadirkannya performance art Wayang Cumplung,” ungkap Teguh.

Teguh berharap Wayang Cumplung hadir sebagai ruang dalam memperkenalkan warisan Seni budaya Lokal yang berwawasan global dan menumbuhkan komitmen pada kesadaran akan kelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan itu hadir lurah Karangwuni Anwar Musadad didampingi Kepala Dusun Kriyan Suradi, dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap kegiatan Sanggar Nimbakarsa dan Daulat Sampah yang ada di Kulonprogo terutama di dusun Kriyan Kelurahan Karangwuni.
“Tahun 2026 kita siap alokasikan dana untuk kegiatan seni budaya yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat utamanya bagi generasi muda ini,” katanya.
Kegiatan workshop Wayang Cumplung ini terselenggara berkat dukungan komunitas Daulat Sampah Kulonprogo, Sanggar Nimbakarsa dan pemuda Kriyan serta disokong Dedy Mobilindo.
Teks/Foto : Jajang R Kawentar (Yogyakarta)










