Menjemput Syariah di Pinggiran Ogan Komering Ilir

Ekspansi Bank Sumsel Babel di Tugumulyo dan Masa Depan Inklusi Keuangan Daerah

OKI | KabarSriwijaya.NET – Di sebuah pagi yang tenang di Tugumulyo, wilayah agraris di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), papan nama baru terpajang di salah satu bangunan yang tak jauh dari pasar kecamatan: Kantor Fungsional Syariah Bank Sumsel Babel.

Bagi sebagian warga, kehadiran kantor ini bukan sekadar penanda baru di sudut kota—melainkan simbol pembuka akses perbankan modern di daerah yang selama ini jauh dari layanan keuangan syariah.

Bank Sumsel Babel melakukan langkah yang semakin jelas: mendekat ke masyarakat, menjangkau titik-titik ekonomi di luar Palembang, dan membangun hubungan baru dengan pelaku usaha kecil yang membutuhkan dukungan permodalan yang lebih ramah dan sesuai prinsip syariah.

PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko, memahami betul peta kebutuhan masyarakat ini. “Kebutuhan terhadap layanan perbankan berbasis syariah terus tumbuh.

Kantor fungsional di Tugumulyo bukan hanya ekspansi jaringan, tetapi wujud komitmen kami terhadap inklusi keuangan,” ujarnya dalam peresmian. Kalimatnya terdengar sederhana, namun menyimpan strategi besar: memindahkan kenyamanan perbankan ke lokasi tempat ekonomi kecil bergerak.

Di wilayah seperti Tugumulyo, transaksi sering dimulai dari sawah, warung kelontong, hingga meja makan rumah. Banyak usaha mikro berjalan tanpa struktur finansial formal, hanya mengandalkan catatan manual dan simpanan tunai di rumah. Di sinilah nilai kehadiran layanan syariah terasa lebih konkret.

Melalui kantor fungsional tersebut, Bank Sumsel Babel menawarkan tabungan syariah, pembiayaan berbasis akad bagi hasil, layanan perbankan digital syariah, hingga pendampingan usaha bagi pelaku UMKM.

Lebih dari sekadar menabung, kantor ini turut memberi kepastian baru: bahwa usaha kemplang, beras lokal, gerai pindang, atau bengkel kecil di kecamatan ini bisa melangkah ke level yang lebih terencana secara finansial—tanpa harus meninggalkan prinsip syariah.

Ada harapan lain yang ikut tumbuh bersama ekspansi ini: percepatan perputaran ekonomi lokal. Dengan layanan yang lebih dekat, masyarakat tidak lagi perlu menempuh perjalanan jauh ke kota besar hanya untuk membuka rekening, mengurus pembiayaan, atau sekadar mendapatkan konsultasi keuangan. Di tingkat mikro, itu artinya waktu lebih efisien, peluang lebih besar, dan keputusan bisnis lebih cepat diambil.

Ekspansi syariah di Tugumulyo adalah bagian dari peta besar Bank Sumsel Babel. Sebuah strategi jangka panjang untuk memastikan layanan keuangan yang inklusif hadir sampai ke pelosok OKI. Di tengah geliat ekonomi daerah, perbankan bukan lagi sekadar institusi—ia menjelma menjadi mitra pertumbuhan, pendamping usaha, sekaligus jembatan menuju kemandirian finansial.

Pada akhirnya, peresmian kantor syariah di Tugumulyo adalah cerita tentang menjangkau mereka yang selama ini berada di pinggiran peta layanan keuangan. Sebuah langkah kecil yang dapat berdampak besar: ketika perbankan benar-benar hadir di dekat rumah, dekat pasar, dekat mimpi para pelaku usaha kecil.

TEKS : A. MAULANA ISHAK   |  EDITOR : WARMAN P  |  FOTO : RELEASE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *