Masjid Agung Darusalam Jadi Simpul Religius Musi Rawas

Cik Ujang : Saya sudah lama ingin salat di sini, baru hari ini terlaksana

AGAMA, Islam127 Dilihat

MUSI RAWAS | KabarSriwijaya.NET — Di tengah geliat pembangunan dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Musi Rawas, Masjid Agung Darusalam tetap menjadi ruang pertemuan spiritual warga. Jumat (8/5/2026), masjid yang berdiri megah di atas lahan sekitar empat hektare itu dikunjungi Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang untuk melaksanakan Salat Jumat bersama masyarakat.

Kehadiran Cik Ujang disambut hangat pengurus masjid dan para jemaah. Di halaman masjid, sejumlah warga tampak memanfaatkan momentum itu untuk berdialog langsung dengan orang nomor dua di Sumsel tersebut.

Ketua Masjid Agung Darusalam, Badaruddin, mengatakan masjid yang dibangun pada 2005 di era kepemimpinan Bupati Musi Rawas saat itu, Ridwan Mukti, bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas keagamaan masyarakat.

“Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Musi Rawas. Malam nanti juga akan dilaksanakan pelepasan jemaah haji asal Musi Rawas,” ujar Badaruddin.

Menurut dia, keberadaan sekolah dan sekretariat lembaga keagamaan di kompleks masjid menjadikan Masjid Agung Darusalam sebagai simpul pembinaan umat di daerah tersebut.

Cik Ujang mengaku telah lama ingin melaksanakan Salat Jumat di masjid itu. Keinginan tersebut baru terwujud di sela agenda kunjungannya ke Musi Rawas.

“Saya sudah lama ingin salat di sini, baru hari ini terlaksana,” katanya.

Di hadapan jemaah, ia juga mendoakan calon jemaah haji asal Musi Rawas agar diberi kesehatan dan kemudahan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Saya doakan seluruh jemaah haji asal Musi Rawas diberikan kelancaran dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Usai Salat Jumat, Cik Ujang berdialog dengan pengurus masjid dan warga. Dalam kesempatan itu, ia turut menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Agung Darusalam sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di Musi Rawas.

Bagi masyarakat setempat, Masjid Agung Darusalam bukan sekadar bangunan ibadah. Masjid itu telah menjadi penanda kehidupan religius sekaligus ruang sosial yang terus menghubungkan warga di tengah perubahan zaman.*

Teks / Foto : Annisa .N.A  |  Editor : Ahmad Maulana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *