Ratusan Peserta Lomba Islami Siap Bertanding di Pesantren Laa Roiba, Pembukaan Digelar Besok

Kegiatan ini akan resmi dibuka pada Selasa, 5 Mei 2026 Pukul 08. 00 WIB

Muara Enim | KabarSriwijaya.NET  — Ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan siap ambil bagian dalam ajang Lomba Islami yang akan digelar di Pondok Pesantren Tahfidz dan Dakwah Laa Roiba.

Kegiatan ini akan resmi dibuka pada Selasa, 5 Mei 2026, sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-7 dan Haflatul Wada’ ke-5 pesantren tersebut.

Antusiasme peserta tahun ini terbilang luar biasa. Tercatat lebih dari 100 peserta telah mendaftar, melampaui target awal panitia yang hanya menyiapkan kuota untuk 100 orang.

Para peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari tingkat SD, SMP, MTs, MA, hingga TPA dan Rumah Qur’an di wilayah Muara Enim dan sekitarnya.

Koordinator perlombaan, Ustadzah Pustrini Hayati, S.Pd.I, menyebut tingginya minat peserta menjadi indikator kuatnya semangat religiusitas masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa semangat keagamaan masyarakat Muara Enim sangat tinggi. Kegiatan seperti ini selaras dengan program MEMBARA, khususnya dalam mewujudkan Muara Enim yang religius,” ujarnya.

Menurutnya, panitia sempat mempertimbangkan untuk menutup pendaftaran ketika kuota telah terpenuhi. Namun, melihat antusiasme dan kesiapan para peserta, keputusan akhirnya diambil untuk tetap memberikan ruang.

“Awalnya kami ingin menolak karena kuota sudah penuh. Tapi melihat anak-anak yang sudah berlatih, kami tidak tega. Secara psikologis, jika mereka sudah siap lalu digagalkan, itu bisa berdampak buruk, bahkan membuat mereka trauma dan tidak percaya diri untuk tampil lagi,” jelasnya.

Ia menambahkan, keputusan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap proses belajar dan keberanian anak-anak dalam mengembangkan potensi diri di bidang keagamaan dan seni Islami.

Panitia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kolega serta sponsor yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung kegiatan ini. Dukungan ini sangat berarti bagi kelangsungan pembinaan generasi muda,” tambah Pustrini.

Sementara itu, Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Laa Roiba, KH Taufik Hidayat, menyambut positif tingginya partisipasi peserta. Ia menilai lomba ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kreativitas sekaligus karakter religius generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak yang luar biasa. Namun, yang lebih penting adalah jangan berhenti di lomba. Harus ada pembinaan lanjutan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa proses latihan tidak boleh hanya dilakukan menjelang perlombaan, tetapi harus menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang.

“Latihan yang terus-menerus akan membentuk kemampuan yang tertanam dalam alam bawah sadar anak. Ini akan menjadi life skill bagi mereka. Tanpa proses yang intensif, tidak akan ada peningkatan kualitas,” ujarnya.

KH Taufik juga mengingatkan pentingnya peran lembaga seni dan pendidikan, termasuk pesantren, dalam menyediakan ruang latihan yang berkesinambungan, khususnya yang berbasis nilai-nilai keislaman.

“Di sinilah tanggung jawab bersama, baik lembaga seni maupun pesantren, untuk terus membina dan memberikan ruang ekspresi yang sehat dan religius bagi generasi muda,” pungkasnya.

BACA BERITA TERKAIT :

Dengan tingginya animo peserta, ajang Lomba Islami di Pesantren Laa Roiba diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.**

Teks : Tim Media Laa Roiba  |  Editor : Imron Supriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *