Jelang Lebaran, Harga Ikan Giling di Palembang Tembus Rp 50 Ribu/Kg
PALEMBANG | KabarSriwijaya.NET — Menjelang Idulfitri, harga ikan giling di sejumlah pasar tradisional Palembang mulai mengalami kenaikan. Kondisi ini dipicu meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan baku utama pempek dan tekwan, dua kuliner khas yang nyaris tak pernah absen dari meja makan warga saat Lebaran.
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasar, antrean pembeli tampak masih memadati lapak penjual ikan giling. Warga tetap berburu ikan meski harga perlahan merangkak naik dibandingkan sebelum Ramadan.
Salah satu pedagang ikan giling di Palembang, Toyib, mengatakan harga ikan giling saat ini telah mencapai Rp50.000 per kilogram. Sebelum memasuki bulan puasa, harga masih berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
“Kalau sebelum puasa masih sekitar Rp40 ribuan, sekarang sudah Rp50 ribu lebih. Awal puasa ini permintaan besar, jadi harga ikut naik,” ujar Toyib saat ditemui di pasar, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, kenaikan harga diperkirakan belum berhenti. Berdasarkan informasi dari agen pemasok di kawasan Jakabaring, harga ikan berpotensi kembali naik menjelang puncak arus belanja Lebaran.
“Pasti naik lagi. Paling sedikit tambah Rp5.000 sampai Rp10.000 per kilo. Informasi dari agen begitu,” katanya.
Toyib menjelaskan sebagian besar pasokan ikan laut yang dijual pedagang Palembang berasal dari luar Sumatera Selatan, terutama dari Pulau Jawa. Ketergantungan terhadap pasokan antardaerah membuat harga ikan mudah berfluktuasi, terutama ketika distribusi terganggu atau permintaan meningkat.
“Barangnya rata-rata dari Jawa, bukan dari Palembang. Di sini kan tidak ada laut, jadi memang tergantung kiriman,” ujarnya.
Meski harga naik, daya beli masyarakat relatif belum menurun. Sejumlah ibu rumah tangga hingga pelaku usaha kuliner tetap membeli ikan giling dalam jumlah cukup besar untuk persiapan membuat pempek, tekwan, model, dan aneka olahan ikan khas Palembang lainnya.
Bagi warga Palembang, tradisi menghidangkan makanan berbahan dasar ikan saat Lebaran sudah menjadi bagian dari budaya keluarga. Tidak sedikit warga yang memilih membuat sendiri pempek di rumah sebagai sajian utama untuk tamu dan kerabat yang datang bersilaturahmi.
Kondisi tersebut membuat permintaan ikan giling hampir selalu meningkat setiap Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Di sisi lain, keterbatasan pasokan menyebabkan harga cenderung terus bergerak naik mengikuti tingginya kebutuhan pasar.
Di sejumlah lapak pasar tradisional, aroma ikan giling yang khas bercampur dengan kesibukan pembeli menjadi penanda lain bahwa musim Lebaran di Kota Pempek mulai tiba.
Teks : Ahmad Maulana | Editor : T Pamungkas | Foto : detiksumbagsel.com















